Siap-siap, 8 Event wisata Bulan Juli 2018 Siap Dimeriahkan
Rate this post

Beberapa hari ini di bulan juni kita masih disibukkan dengan agenda mudik. Kebanyakan sudah pulang karena cuti sudah selesai bahkan ada yang belum pulang karena masih belum sanggup untuk kembali. Dan juga masih ada nih, Piala Dunia yang masih berlangsung dan baru-baru ini pilkada serentak. Semua itu masih terasa tapi bulan juli sudah mengampiri kita. Jangan terlena, masih banyak kegiatan-kegiatan baru akan dilaksanakan. Untuk yang masih butuh penyegaran mungkin setelah Negara favoritnya tersingkir dari piala dunia atau calon pemimpin pilihannya kalah di Pilkada serentak. Ini ada 8 Event wisata Bulan Juli 2018 Siap dilaksanakan.

Baca Juga : 10 Destinasi Wisata Prioritas “Bali Baru” Pemerintah 2016

Sebenarnya event wisata bulan juli 2018 ini bukan cuma 8. Tapi masih banyak lagi, yang kami munculkan merupakan program pemerintah yaitu 100 Wonderful Events Indonesia 2018. Tahun 2018 ada sekitar 3.000 event wisata yang ada di indonesia namun hanya 100 yang di prioritaskan. Jadi, 8 Event wisata ini merupakan pilihan yang sudah pasti akan sangat besar acaranya.

1. Aceh International Rapa’i Festival 12-15 Juli (Lhoksumawe, Aceh)

Aceh International Rapa’i FestivaSumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Aceh International Rapa’i Festival merupakan Event Musik Perkusi bertaraf Internasional. Perhelatan ini sebagai salah satu langkah dan komitmen Pemerintahan Aceh dalam melestarikan Kesenian Tradisi yang berkesinambungan sebagai Jati Kebudayaan Aceh. Umumnya kesenian Tradisi Aceh bersifat perkusif dan dengan alasan tersebut maka Seni Musik Perkusi menjadi item pilihan dikegiatan Aceh International Rapa’i Festival sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan beragam khasanah Seni Perkusi Aceh ke mata dunia International.

Aceh International Rapa’i Festival 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 12 – 15 Juli 2018 di Kota Lhoksumawe, Provinsi Aceh.  Acara ini merupakan acara yang ketiga kali diselenggarakan sejak tahun 2016 yang lalu dengan maksud  untuk meramaikan Aceh sebagai tujuan wisata halal dunia.

Pertunjukan Rapa’i dan perkusi musik country lainnya seperti Thailand, Iran, Malaysia dan China. Jadi, ada coaching clinic dan seminar untuk bertukar pengalaman antar negara para seniman untuk memperluas pelaku budaya.

2. Biak Munara Wampasi 1-4 Juli 2018 (Biak, Papua)

Biak Munara WampasiSumber: Tajuktimur.com

Biak Munara Wampasi (BMW), begitulah nama festivalnya. Diselenggarakan setiap tahun sejak 2013, festival yang menyuguhkan banyak acara dan kegiatan ini akan diselenggarakan pada 1-4 Juli 2018. Penyelenggara festival adalah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, yang sepenuhnya didukung oleh Kementerian Pariwisata. Tujuan penyelenggaraan festival sudah barang tentu untuk mempromosikan pariwisata di kabupaten tersebut.

Festival budaya di Biak, Papua, ini sudah mendapat pengakuan dunia, selain juga pengakuan secara nasional, setidaknya melalui beberapa penghargaan seperti Official World Record Certificate (untuk Largest Traditional Boat) dan Museum Rekor Indonesia (sebagai Penggagas Perahu Tradisional Terbesar dan 1000 Tifa – alat musik tradisional Biak). Acara-acara yang ada dalam festival sangat menarik, bahkan unik, dan pastinya tak ditemui di daerah-daerah lain.

3. Al Mizan Sufi Music Festival 1-4 Juli 2018(Majalengka, Jawa Barat)

Al Mizan Sufi Music FestivalSumber: blog.ivacanza.co

Festival Al Mizan Sufi Festival yang diselenggarakan di Pesantren Al Mizan Majalengka telah berlangsung satu dekade. Dimulai dari tradisi musik Ki Buyut yang digunakan untuk  berdakwah bagi iman yang terbuka, kini menjadi festival keberagaman yang aktif dan unik.

Wisatawan bisa melihat berbagai aliran musik sufi, ditampilkan pula ekspresi seni dari lintas iman yang memperkaya ekspresi religius berbagai tradisi. Tahun ini, Ponpes Al Mizan, akan menggelar Festival Musik Sufi (Al Mizan Sufi Music Festival) pada 1-4 Juli 2018 mendatang.

4. Festival Lima Gunung (FLG) 20 – 22 Juli 2018 (Magelang, Jawa Tengah)

festival lima gunung

Festival Lima Gunung merupakan festival tahunan yang diadakan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama tersebut mengacu pada lima gunung yang sebenarnya (empat di antaranya adalah gunung berapi aktif atau tidak aktif) yang berada di dan sekitar Kabupaten Magelang – Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Andong. Tapi geografi unik semacam itu bukanlah satu-satunya ciri khas daerah ini, namun juga seni tradisional dan budaya. Festival Lima Gunung telah diselenggarakan sejak tahun 2002 oleh komunitas kognitif. Komunitas Lima Gunung, yang terus tumbuh lebih besar setiap tahun, mempersatukan orang-orang dari berbagai latar belakang – seniman, artis, pendidik, akademisi dan tetua setempat. Tujuan utamanya adalah untuk membawa seni pertunjukan ke masyarakat umum dan melibatkan penghuni lokal dalam persiapan acara – sesuai dengan konsep gotong royong Jawa yang dapat diterjemahkan sebagai ‘kerjasama di antara banyak orang untuk mencapai tujuan bersama’.

Festival Lima Gunung 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 20 – 22 Juli 2018 dan diadakan di antara gunung Merapi dan Merbabu di dusun Keron, desa Krogowanan, Kabupaten Sawangan, Kabupaten Magelang. Acara tahun 2018 yang merupakan acara yang ke-17 kali digelar ini akan diawali dengan acara pembukaan di Candi Gunung Wukir, dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

5. Erau Adat Kutai and International Folk Art Festival (EIFAF) 21 – 29 Juli 2018 (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)

Erau Adat Kutai and International Folk Art Festival (EIFAF)

Erau merupakan upacara adat warisan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.  Erau berasal dari kata “ Eroh ” yang berarti ramai, riuh dan penuh sukacita.

Semula upacara adat ini dilakukan untuk prosesi Tijak Tanah Aji Batara Agung Dewa Sakti ( Raja Pertama Kerajaan Kutai ), kemudian Upacara Adat Erau dilakukan pada saat Penobatan Raja / Sultan dan Putra Mahkota, Ulang Tahun Sultan serta acara – acara lainnya yang dilaksanakan atas titah Sultan.

Wisatawan bisa melihat berbagai acara seperti upacara adat pedalaman, orkestra musik tradisional, pertunjukan tarian massal, kirab budaya internasional, festival rakyat internasional, kunjungan budaya, green tenggarong, lomba foto, dekorasi lapangan, penampilan sanggar seni daerah, dan festival kuliner.

6. Matasora World Music Festival (MWMF) 21-22 Juli 2018 (Bandung, Jawa Barat)

Matasora World Music FestivaSumber: facebook.com

Di tahun ini, MWMF akan digelar kembali di Bandung pada 21-22 Juli 2018, dan diharapkan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Dirancang dengan sangat kreatif, festival ini menampilkan serangkaian pertunjukan musik kreatif dan inovatif dari sejumlah musisi baik dari negeri sendiri maupun mancanegara. Aneka genre musik ditampilkan di sini, bahkan dipadukan sehingga terbangun elemen-elemen world music yang unik. Yang menarik juga adalah pentas kolaborasi antara musisi-musisi Indonesia dan mancanegara.

Meskipun berlabel festival musik, MWMF tidak sekadar menyuguhkan pentas musik, tapi juga kegiatan-kegiatan lain seperti dialog multikultural, diskusi tentang isu-isu pedesaan dan perkotaan serta pariwisata daerah, diskusi tentang gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan, pentas tari serta pentas seni lainnya, dan workshop berkait seni dan budaya. Festival dimaksudkan untuk membuka hati dan pikiran pada lanskap budaya dunia nan kaya, dan menjadi ajang yang memungkinkan bagi masyarakat untuk terkoneksi dengan budaya-budaya lain.

7. Festival Pesona Bunaken 26 – 27 Juli 2018 (Manado, Sulawesi Utara)

festival bunakenSumber: lampungpro.id

Festival Pesona Bunaken 2018 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dengan maksud untuk melestarikan alam dan budaya di Pulau Bunaken sehingga dapat memberikan jaminan keberlangsungan pariwisata setempat yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Festival Pesona Bunaken 2018 akan diisi dengan beberapa kegiatan menarik, seperti pertunjukan seni dan budaya, permainan bola voli, lomba dayung perahu, pembersihan Bunaken, lomba menghias perahu Katinting, snorkeling, permainan tradisional dan pesta ikan bakar.

Event wisata yang masuk dalam Wonderful Indonesia tahunan, Festival Pesona Bunaken 2018 akan kembali diadakan di Pulau Bunaken di Manado, Sulawesi Utara. Untuk waktu penyelenggaraan akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Juli 2018.

8. Cheng Ho Festival Semarang 29 Juli 2018 (Semarang, Jawa Tengah)

Menghidupkan kembali kenangan akan pelayaran bersejarah laksamana Cheng Ho dari China ke perairan Indonesia, pemerintah provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan para pemimpin Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Sam Poo Kong, dan Komunitas Cina Semarang akan memimpin Festival Budaya Cheng Ho (Cheng Ho Festival ) 2018 pada tanggal 29 Juli di Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Festival akan dimulai dengan doa dan ritual, dan menyoroti pertunjukan seni, seminar dan pertemuan bisnis, dengan puncak pawai budaya mulai dari Klenteng Tay Kak Sie yang pindah ke Klenteng Sam Poo Kong. Ribuan orang akan mengikuti parade budaya 6Km yang membawa patung Laksamana Cheng Ho – di tempat lain yang lebih dikenal dengan nama Zheng He. Parade budaya mengikuti pelayaran yang dilakukan oleh laksamana hebat dan armadanya saat mereka mencapai Semarang.